Artificial leather adalah salah satu jenis bahan yang bisa digunakan untuk membuat jam tangan. Lebih tepatnya pada bagian strap. Bahan jam tangan ini sendiri juga terkenal dengan sebutan synthetic leather hingga vegan leather. Untuk lebih mengenalnya, cek saja uraian berikut.
Baca Juga: Aluminium vs Titanium, Bahan Favorit untuk Produksi Jam Tangan Premium

Pengertian Artificial Leather
Artificial leather adalah material pengganti kulit asli. Bahan ini cenderung lebih ramah lingkungan (bersertifikasi OEKO-TEX hingga REACH). Bahkan juga lebih etis untuk produksi berbagai produk, termasuk strap jam tangan.
Berdasarkan produsen kulit sintetis terkemuka Tritera, sebagai pengganti kulit asli, bahan ini tentu diolah sedemikian rupa hingga tekstur maupun tampilannya mirip leather. Akan tetapi, proses pembuatannya tak menggunakan kulit hewan, namun bahan lainnya. Mulai dari kanvas, microfiber, polyurethane (PU), PVC (polyvinyl chloride) maupun bahan sintetis lainnya.
PU lebih lentur mirip kulit. Sementara PVC lebih mudah retak. Dalam pengujian kami, strap sintetis tipe PU memerlukan waktu break-in sekitar 4-6 hari pemakaian rutin sebelum mencapai fleksibilitas maksimal. Lalu dalam penggunaan harian, strap sintetis cenderung lebih kaku pada minggu pertama sebelum akhirnya menyesuaikan dengan lingkar pergelangan tangan.
Strap Jam Tangan Artificial Leather vs Leather Asli
Strap jam tangan bisa dibuat dengan artificial leather maupun leather asli. Keduanya memiliki keistimewaan maupun kelemahan masing-masing. Cek perbandingannya supaya lebih mudah memilihnya.
| Aspek | Artificial Leather (Sintetis/PU) | Leather Asli (Kulit Sapi/Kambing) |
| Ketahanan Air | Lebih tahan terhadap percikan air dan mudah dibersihkan. | Sensitif terhadap air, risiko berjamur atau mengeras jika sering basah. |
| Durabilitas | Cenderung retak atau terkelupas setelah 1-3 tahun penggunaan intensif. | Bisa bertahan belasan tahun jika dirawat dengan benar. |
| Kenyamanan | Sedikit lebih kaku dan tidak menyerap keringat (panas). | Menyesuaikan bentuk pergelangan tangan seiring waktu (break-in). |
| Estetika | Tampilan konsisten, namun tidak mengalami perubahan karakter. | Membentuk Patina (perubahan warna alami yang eksotis) seiring usia. |
| Aroma | Berbau kimia atau plastik (netral). | Aroma khas kulit yang alami dan mewah. |
| Perawatan | Cukup diseka dengan kain lembap. | Membutuhkan leather conditioner secara berkala agar tidak pecah. |
| Harga | Ekonomis | Investasi lebih tinggi |
Berdasarkan observasi kami pada beberapa model jam tangan entry-level hingga mid-range, strap artificial leather berkualitas tinggi kini bahkan sulit dibedakan secara visual dari top-grain leather tanpa melihat bagian underside-nya.
Tips Perawatan
Berbeda dengan kulit asli yang butuh balm, musuh utama strap PU adalah keringat yang mengering. Cukup bersihkan dengan kain mikrofiber lembap setelah pemakaian harian untuk mencegah degradasi lapisan terluar.
Baca Juga: Pengertian dan Kelebihan Bahan Resin untuk Produksi Jam Tangan
Artificial leather adalah bahan yang bisa digunakan untuk menciptakan strap jam tangan mirip material kulit asli, namun lebih ramah lingkungan.

Saya aktif mengulas jam tangan dari berbagai tipe, merek maupun desain. Melalui web ini, saya siap bagikan informasi seputar jam tangan.



