Mengenal Lebih Dekat Fungsi Chronograph pada Jam Tangan

Posted on

Fungsi chronograph pada jam tangan masih belum diketahui sebagian penggunanya secara pasti. Padahal jam tangan dengan fitur tersebut perlu masuk ke dalam koleksi. Langsung saja, berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Jam Tangan Kristal Eksklusif yang Cocok untuk Segala Acara

Mengenal Lebih Dekat Fungsi Chronograph pada Jam Tangan
Fungsi chronograph pada jam tangan nyatanya layaknya stopwatch. Foto: Istimewa

Inilah Fungsi Chronograph pada Jam Tangan

Pada dasarnya, chronograph ialah salah satu fitur tambahan pada jam tangan. Lebih tepatnya tersemat di bagian mesin jamnya. Jangan tertukar antara chronograph dan chronometer. Jika chronometer adalah sertifikasi akurasi, chronograph adalah instrumen pengukur waktu yang presisi. Salah satu kesalahan umum adalah membandingkan jam chronograph dengan jam otomatis.

Faktanya, jam legendaris seperti Rolex Daytona adalah sebuah chronograph yang digerakkan oleh mesin otomatis (Self-winding). Saat mencoba Rolex Daytona, transisi jarum detiknya terasa sangat halus berkat mekanisme vertical clutch.

Berbeda dengan jam tangan standar, jarum detik panjang pada chronograph berfungsi sebagai penghitung waktu stopwatch. Detik utama jam biasanya diletakkan pada sub-dial kecil agar tidak mengganggu keterbacaan saat pengukuran durasi dilakukan. Bagian tersebut ada sub-dial 30 menit, 12 jam, dan running seconds. Ada juga tachymeter (skala pengukur kecepatan yang sering ada di bezel jam chronograph).

Cara menggunakan Tachymeter:

  1. Arahkan jarum detik ke angka 12.
  2. Lakukan mulai saat mobil melewati marka jalan.
  3. Lalu berhenti di marka berikutnya dengan jarak 1 mil. Angka yang ditunjuk jarum adalah kecepatan Anda.

Perihal fungsinya, cek poin di bawah ini.

  • Menghitung jumlah waktu yang sudah berlalu sehingga sering dianggap sebagai “stopwatch” jam tangan. Karena hal itu, jam ini populer di dunia balap dan penerbangan. Bisa juga digunakan saat menyeduh kopi.
  • Meningkatkan tampilan jam tangan.
  • Menambah nilai jam tangan. Sayangnya, jam tangan chronograph biasanya memiliki biaya servicing yang lebih mahal.

Tips: Jangan menekan pusher (tombol) reset saat chronograph sedang berjalan karena dapat merusak komponen mesin.

Jam Tangan dengan Fitur Chronograph vs Otomatis

Perbandingan ini bisa digunakan sebagai pertimbangan saat bingung memilih ingin menggunakan jam tangan chronograph atau otomatis.

Pertama ukur dari segi fungsionalitas. Armitron (merek terkemuka asal Amerika Serikat) menyebut jam tangan kronograf memang berkualitas. Jam tangan ini nyatanya bisa digunakan untuk menjalankan banyak tugas dalam sekali waktu dengan fungsi stopwatch. Begitu pula dengan desainnya yang juga keren. Saat menggunakan jam tangan ini, tampilan jadi terlihat lebih sporty. Sementara untuk jam tangan otomatis, rupanya lebih memprioritaskan kemudahan sebab tanpa baterai.

Banyak pemula menganggap chronograph adalah lawan dari jam otomatis. Padahal, keduanya berada di kategori berbeda. Jam tangan seperti Omega Speedmaster adalah chronograph (fitur) yang digerakkan secara manual (movement). Omega itu sendiri dipilih oleh NASA untuk menjadi penyedia resmi jam tangan bagi para astronot. Sementara banyak koleksi Seiko menggunakan movement otomatis untuk menjalankan fitur chronograph-nya.

Memilih di antara keduanya bukan soal jenis mesin vs fitur, melainkan soal kebutuhan komplikasi pada pergelangan tangan.

Bagi kolektor serius pun, memahami perbedaan antara Column Wheel dan Cam-actuated chronograph sangat penting. Alasannya karena berpengaruh pada presisi start/stop dan nilai investasi jam tersebut.

Baca Juga: Rekomendasi Jam Tangan Anti Air untuk Pria

Tak bisa kita pungkiri bahwa fungsi chronograph pada jam tangan memang penting adanya. Hal inilah yang membuat popularitasnya kian tinggi.

*Ditulis oleh Andhika Wipra, aktif mengulas jam tangan dari berbagai tipe, merek maupun desain. Terkenal pula sebagai kolektor horologi dengan fokus pada komplikasi vintage.