Omega vs Rolex bisa menjawab kebingungan sebagian orang yang sulit memilih salah satu di antara keduanya. Kedua merek jam tangan tersebut nyatanya sama-sama menampilkan kesan mewah dengan inovasi teknologi mutakhir. Untuk itu, jangan lewatkan perbandingannya agar jadi pertimbangan dalam memilihnya.
Baca Juga: Kenali Ciri Jam Tangan Fossil Asli Agar Tak Salah Pilih

Jam Tangan Omega vs Rolex
Ada banyak hal yang bisa dicermati dalam membandingkan kedua brand jam tangan ini. Berikut beberapa diantaranya:
Fitur
Jam tangan Rolex dan Omega sama-sama berbekal teknologi anti air. Akan tetapi, nyatanya ketahanan air pada jam tangan Omega jauh lebih baik. Omega Seamaster Planet Ocean pun menawarkan katup pelepas helium. Sementara Rolex Submariner unggul pada sistem Glidelock untuk penyesuaian strap instan.
Desain
Perbandingan keduanya juga tampak dari segi desain. Jam tangan Rolex cenderung berkelas dan mewah. Sementara jam tangan Omega, tak hanya mewah, melainkan juga mampu memadukan tren kekinian dan estetika.
Bahan
Rolex menggunakan 904L Steel sehingga lebih sulit diproses namun memiliki ketahanan korosi asam lebih tinggi dibanding 316L standar yang digunakan Omega. 904L Steel itu sendiri memiliki kilau yang lebih putih dan cerah dari 316L sebab mengandung lebih banyak nikel dan kromium.
Secara visual, baja 904L memberikan kilau ‘warm’ yang khas saat terkena cahaya matahari. Namun bagi pengguna dengan pergelangan tangan kecil, bobot ekstra dari densitas baja ini akan mulai terasa setelah penggunaan seharian.
Harga
Rolex memiliki barrier to entry harga retail lebih tinggi dan harga pasar sekunder yang seringkali di atas MSRP. Karena hal itu, pecinta jam tangan mewah dengan pilihan yang menawarkan nilai fitur lebih tinggi di rentang harga sama kerap memilih Omega. Rolex juga cenderung memiliki nilai investasi/jual kembali yang lebih stabil dibanding Omega di pasar sekunder.
Sertifikasi
Rolex menggunakan sertifikasi Superlative Chronometer. Sedangkan Omega menggunakan METAS (Master Chronometer) yang tahan magnet hingga 15.000 Gauss. Standar METAS (Omega) melibatkan pengujian jam tangan secara utuh (fully cased-up). Sedangkan COSC (yang digunakan dasar oleh Rolex) seringkali hanya menguji mesinnya saja sebelum dipasang ke casing.
Detail perbandingan:
| Aspek | Rolex (Submariner/General) | Omega (Seamaster/General) |
| Material Utama | 904L Stainless Steel | 316L Stainless Steel, Sedna Gold atau Canopus Gold) |
| Sertifikasi | Superlative Chronometer | METAS Master Chronometer |
| Ketahanan Magnet | Standar Parachrom | Hingga 15.000 Gauss |
| Nilai Resale | Sangat Tinggi (Apresiatif) | Stabil (Depresiasi Normal) |
Secara keseluruhan, pengecer perhiasan terkemuka Ramsdens Jewellery menyebut Rolex memiliki popularitas merek lebih baik dari Omega. Namun, harganya lebih mahal. Di satu sisi, Omega unggul dengan apa saja yang ditawarkan pada mereknya. Baik itu fitur, desain maupun kualitas bahannya.
Jenis Jam Tangan Rolex dan Omega
Kedua brand jam tangan ini memiliki berbagai jenis atau koleksi. Untuk jam tangan Rolex, jenisnya meliputi:
- Klasik: Day-Date, Datejust, Oyster Perpetual, 1908
- Profesional/sport: Daytona, GMT-Master II, Submariner, Explorer, Yacht-Maste
Kemudian untuk jam tangan Omega, beberapa jenisnya ialah sebagai berikut.
- Speedmaster (chronograph antariksa)
- Constellation (klasik mewah)
- Seamaster (penyelam)
- De Ville (dress watch)
Omega sendiri terlibat di misi Apollo (Moonwatch). Sementara Rolex turut berperan dalam penaklukan Everest.
Baca Juga: Mengenal SUS 304 vs 316, Jenis Stainless Steel untuk Rantai Jam Tangan
Dari perbandingan Omega vs Rolex menunjukkan bahwa tiap brand menawarkan keistimewaan tersendiri. Pilih saja sesuai dengan preferensi masing-masing.

Saya aktif mengulas jam tangan dari berbagai tipe, merek maupun desain. Melalui web ini, saya siap bagikan informasi seputar jam tangan.



